Resume Artikel Ilmiah “Risk Factor Description of Biological Contaminants on Environmental Test Parameters in ”Y” General Hospital Surabaya”
Artikel berjudul "Risk Factor Description of Biological Contaminants on Environmental Test Parameters in Y General Hospital Surabaya" membahas tentang faktor risiko kontaminasi biologi di Rumah Sakit Umum “Y” Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko kontaminan biologi berdasarkan hasil uji lingkungan yang dilakukan di rumah sakit tersebut. Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit menghadapi berbagai potensi bahaya, termasuk risiko kontaminasi biologi yang dapat berdampak buruk pada kesehatan pasien, petugas, dan pengunjung. Upaya penyehatan lingkungan rumah sakit melalui pengawasan dan inspeksi sangat penting untuk memastikan kondisi yang higienis dan aman.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan metode cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya selama periode 2015 hingga Agustus 2017. Data ini mencakup hasil uji kontaminasi biologi pada berbagai parameter lingkungan rumah sakit, seperti udara ruang, makanan dan minuman, alat kesehatan, air conditioner (AC), dan air bersih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi mikrobiologi di Rumah Sakit “Y” Surabaya belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204 Tahun 2014 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Misalnya, pada tahun 2015, 35,5% sampel udara ruang tidak memenuhi syarat kualitas, dan angka ini meningkat menjadi 69,1% pada tahun 2016 dan 66,7% pada tahun 2017. Ruang operasi dan ICCU merupakan area dengan risiko tertinggi, di mana tingkat kontaminasi sering melebihi batas maksimal yang diperbolehkan.
Selain udara ruang, hasil uji kontaminasi biologi pada makanan dan minuman juga menunjukkan bahwa beberapa sampel tidak memenuhi syarat. Pada tahun 2015, 33,3% sampel makanan tidak memenuhi standar mikrobiologi, sementara pada tahun 2016 dan 2017 persentase ini sedikit menurun namun tetap menunjukkan adanya masalah kontaminasi. Sementara itu, alat makan dan minum yang digunakan di rumah sakit juga mengalami kontaminasi, terutama pada peralatan seperti mangkuk dan piring, yang mengindikasikan bahwa proses pencucian dan sterilisasi belum efektif.
Pemeriksaan swab pada alat kesehatan dan linen juga menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Pada tahun 2017, sekitar 45,2% sampel alat kesehatan dan linen tidak memenuhi syarat kualitas mikrobiologi, yang berarti ada risiko tinggi kontaminasi silang yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Hal ini sejalan dengan temuan pada swab AC, di mana kontaminasi mikrobiologi ditemukan dalam jumlah yang signifikan, terutama pada tahun 2016 dan 2017.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rumah Sakit “Y” Surabaya masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi standar kesehatan lingkungan yang baik. Evaluasi menyeluruh dan peningkatan kualitas mikrobiologi di berbagai area, terutama di zona risiko tinggi seperti ruang operasi dan ICU, sangat diperlukan untuk melindungi kesehatan pasien dan staf rumah sakit. Selain itu, upaya peningkatan kebersihan dan efektivitas pengelolaan lingkungan, termasuk air bersih dan sistem AC, perlu menjadi prioritas utama dalam program kesehatan lingkungan rumah sakit ini.
Komentar
Posting Komentar